Tak Terlihat,
Tidak Jelas, Samar-Samar.
Apakah Itu Masa
Depan?[1]
Alkisah terdapat daerah yang tertinggal dari segi teknologi dibanding dengan
daerah lainnya yang sudah lebih maju. Berimplikasi terhadap pola pikir masyarakat akan
pendidikan dan pekerjaan. Banyaknya masyarakat yang masih menutup dirinya dalam menerima suatu hal yang baru dan mereka lebih mempertahankan apa yang telah diturunkan oleh
leluhurnya. Seperti contoh, memepertahankan pekerjaan yang di transgenerasi ke anaknya.
Sebuah kisah keluarga
yang sedehana di sebuh desa. Mereka bekerja
dari pagi hingga sore hari dan beristirahat
pada jam makan siang hanya untuk memenuhi
kebutuhan sehari-harinya untuk beberapa hari kedepannya.
Pendapatan yang tidak menentu adalah hal yang biasa bagi mereka. Laki-laki dan
perempuan pun saling bahu membahu mencari sesuatu yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Semua dilakukan setiap
harinya secara
berulang.
Dari cerita tersebut
mengalir sebuah pertanyaan Apakah mereka akan
mempunyai keturunan dengan nasib yang akan sama dengannya lagi? Apakah
leluhurnya menginginkan penurusnya sama dengannya? Jawabannya
adalah TIDAK. Manusia adalah makhluk ciptaan yang indah bahkan sangat indah karena manusia diberi akal sebagai pembeda dari
makluk lainnya. Ketika manusia dianugrahkan dengan akal dalam menjalankan
hidupnya, apa gunanya akal jika semua hal yang dilakukan terus
berulang tidak ada perubahan sama sekali, karena pada dasarnya manusia memerlukan pengembangan
diri dengan cara sebuah pengalaman. jikalau dianalogikan pada teknologi, ketika
teknologi selalu mengembangkan dirinya dengan sebuah inovasi terbaru yang lebih
cangging tetapi harus didukung oleh sumberdaya manusia untuk membuatnya. Dari
hal tersebut membuktikan bahwa akal
manusia itu ada. Teknologi yang canggih ini sangat jelas diciptakan oleh manusia yang menggunakan
akalnya dan terus berinovasi. Begitu hebatnya manusia yang dibekali akal dan pikiran.
Tidak ada yang tahu bagaimana kita kedepannya. Sampai
saat ini kita hanya bisa berdoa dan terus berusaha untuk mewujudkan masa depan
yang cerah. Lalu bagaimana dengan desa yang telah tertinggal dalam segi
teknologi nya?. Apakah mereka tidak bisa mewujudkan masa depan yang cerah?.
Tentu saja bisa, semua dilakukan dengan niat dan kemauan yang kuat di dalam diri. Tidak ada yang menjamin kita kedepannya akan senang,
semua tergantung dengan kemauan kita yang ada di dalam diri. Semua orang bisa
mendapatkan masa depan yang cerah, Namun masa depan itu tidak ada yang pasti untuk mengetahuinya.
Lalu, bagaimana dengan seorang anak petani yang ingin
bercita-cita mempunyai rumah mewah, mobil mewah, dan barang-barang mewah
lainnya apakah itu hal yang tidak mungkin?.
Seorang anak petani yang bercita-cita lebih tinggi
dari ayahnya apakah itu hal yang salah. Orang tua akan selalu mendukung apa
yang di cita-citaan anaknya. Terkadang orang tua
juga memaksakan kita untuk mencapai keinginan orang tuanya. Menuruti kemauan
orang tua adalah hal yang sangat baik. Namun apakah kita bisa menuruti
kemauannya?.
Pertanyaan diatas selalu ada didalam
diri seorang anak-anak remaja yang sedang berusaha membahagiakan kedua orang
tuanya. Sedangkan kita juga mempunyai keinginan sendiri, kita hanya bisa berdoa
dan terus berusaha dalam menjalankan kehidupan. Masa depan itu tak terlihat,
tidak jelas, dan samar-samar namun kita bisa ubah pengertian itu menjadi suatu keyakinan berdasar usaha
dan doa yang telah kita lakukan untuk mencapai suatu masa depan.
Super sekali kaka alvi wkwk, sering2 upload dong ;)
BalasHapusKeren gan ! ditungu tulisan selanjutnya
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusmantapp
BalasHapus